Padangpanjang, 12 Mei 2026 — Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bekerja sama dengan Program Studi Televisi dan Film Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan MTN IkonInspirasi dan MTN AsahBakat pada 12–13 Mei 2026 di lingkungan ISI Padangpanjang. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran, diskusi, serta pengembangan kapasitas bagi mahasiswa dan talenta muda di bidang perfilman.
Program yang merupakan bagian dari prioritas nasional Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan, mulai dari tingkat lokal hingga global.
Rangkaian kegiatan MTN IkonInspirasi digelar di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI Padangpanjang dengan mengangkat tema “Personal Branding & Career Path in Film”. Kegiatan tersebut menghadirkan sutradara dan penulis film Jeihan Angga serta aktor nasional Ringgo Agus Rahman dalam sesi diskusi inspiratif yang dipadukan dengan pemutaran film Just Mom.
Acara diawali dengan penyambutan tamu melalui pertunjukan Tari Galombang, silat, dan tambua karawitan yang menampilkan kekayaan budaya Minangkabau kepada para narasumber dan undangan yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra, Wakil Rektor III ISI Padangpanjang Susas Rita Loravianti, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Riswel Zam, Kepala LP2M Yusril, serta Ketua Program Studi TV dan Film ISI Padangpanjang Maisratun Najmi.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui prosesi simbolis penyalaan papan slate perfilman oleh Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan bersama pimpinan ISI Padangpanjang, narasumber, dan perwakilan MTN Seni Budaya.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padangpanjang, Dr. Riswel Zam, S.Sn., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada ISI Padangpanjang sebagai tuan rumah pelaksanaan MTN Seni Budaya bidang Film.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kolaborasi antara perguruan tinggi seni, pemerintah, dan praktisi industri kreatif.
“Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga media penyimpanan budaya, ruang ekspresi kreatif, dan sarana membangun narasi kebangsaan. Kehadiran para praktisi nasional di ISI Padangpanjang menjadi energi baru bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berkembang di industri perfilman,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi TV dan Film ISI Padangpanjang, Maisratun Najmi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan para praktisi industri perfilman nasional.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga kesempatan membangun jejaring profesional dan memahami dinamika industri kreatif secara langsung,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Jeihan Angga membagikan pengalaman mengenai perjalanan kreatifnya sebagai sutradara sekaligus pentingnya membangun identitas artistik dalam dunia perfilman. Ia mendorong mahasiswa untuk tetap percaya diri dan berani memasuki industri kreatif.
“Harapannya, setelah keluar dari ISI Padangpanjang, mahasiswa bisa langsung masuk ke industri. MTN berhasil menghadirkan ruang belajar yang fokus pada proses kreatif dan teknis perfilman,” ujar Jeihan.
Sementara itu, Ringgo Agus Rahman memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya keberanian, konsistensi, dan kepercayaan diri dalam berkarya.
“Ada banyak orang yang takut masuk industri karena takut diremehkan. Saya rasa itu dirasakan semua orang. Yang saya harap dari kegiatan ini adalah munculnya kepercayaan diri dan semangat untuk terus berkarya secara jujur hingga mampu tampil di tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Ringgo.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, terutama pada sesi tanya jawab dan diskusi interaktif bersama narasumber.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada hari kedua melalui program MTN AsahBakat bertajuk “The Power of Film Editing: Membangun Emosi, Ritme, dan Makna dalam Film” yang digelar di Ruang Audio Visual Program Studi TV dan Film ISI Padangpanjang.
Kegiatan masterclass tersebut menghadirkan dua editor film nasional yang tergabung dalam INAFed, yakni Ryan Purwoko dan Akhmad Fesdi Anggoro.
Dalam pemaparannya, Akhmad Fesdi Anggoro membagikan pengalaman saat mengedit film aksi Ikatan Darah. Ia menjelaskan bahwa seorang editor harus mampu memahami kapan sebuah adegan telah cukup kuat secara dramatik dan kapan sebuah adegan masih dapat dieksplorasi lebih jauh.
Menurutnya, editor juga harus belajar menerima berbagai perubahan selama proses kreatif berlangsung.
“Semua proses belajar dilakukan secara bertahap atau step by step. Yang penting kegiatan seperti ini harus terus berlanjut agar mampu membuka ruang baru bagi talenta-talenta kreatif Indonesia,” ujarnya.
Sementara Ryan Purwoko membahas penggunaan montase tematik dan simbolisme visual dalam membangun emosi serta makna dalam film. Ia juga menekankan pentingnya sikap terbuka dan kolaboratif bagi seorang editor.
“Editor tidak boleh egois. Kita harus mencintai materi yang diberikan sutradara dan siap membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Regenerasi perfilman Indonesia sangat penting, dan saya berharap MTN dapat menjadi ruang lahirnya generasi baru perfilman Indonesia,” kata Ryan.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik editing profesional, ritme visual, storytelling sinematik, hingga tantangan industri pascaproduksi film di era digital.
Melalui pelaksanaan MTN IkonInspirasi dan MTN AsahBakat, ISI Padangpanjang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus seni dan budaya yang aktif mendukung pengembangan talenta muda kreatif Indonesia menuju ekosistem perfilman nasional yang inovatif, kompetitif, dan berdaya saing global.
Kegiatan kolaboratif ini diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya generasi baru perfilman Indonesia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki identitas budaya dan daya saing di tingkat internasional.












